Sajadah Basah

Cerita Tentang Hidup, Dalam Kata Dan Dengan Cinta

Entah sudah isak keberapa di tahun ini, di beberapa malam belakangan.
Tangannya menengadah, berharap disambut Tuhan lalu dituntun-Nya jalan.
“Tuhan, bukakanlah pintu hatinya. Buat luluh lantak keangkuhannya. Terimalah aku sebagai tanggung jawabnya. Buat dia berhenti dan lelah membuatku terluka.”
Ia bersujud lagi entah yang keberapa kali.
Tangisnya mulai terdengar di telinganya sendiri.
“Tuhan, kalau sesakit ini yang aku dapatkan karena patah hati. Buatlah itu yang menjadi kekuatanku untuk pergi.”

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s