(((TERIAK)))

Andai kata mampu terucap,
tak perlu kutiup balon dengan penuh asa
Andai kata mampu terucap,
tak akan ada ribuan kertas penuh tinta
Andai kata mampu terucap,
tak lelahlah saraf saraf dalam otak bekerja
Andai kata mampu terucap
bukan air mata yang ambil alih pekerjaan

Apa daya mulut terkunci
Kata kata memilih sembunyi
Hati lebih ingin dibohongi
Tapi aku tak lagi bisa mengelak diri
Waktu berhenti meninggalkan aku di sudut pikirku sendiri

Kupaksa membuka kunci mulut ini,
mencari kata yang lebih nyaman sembunyi tadi
merutuki air mata yang jatuh tak henti
memaki saraf yang bekerja mengingatmu diluar kendali
merobek kertas dengan tinta curahan hati yang sudah lelah kutulisi
meledakkan balon penuh asa yang mati mati kutiupi.

Dan akhirnya aku mampu.
(((TERIAK))) ! dan ah ! rindu ini masih menyesakkan !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s