Fragmen ratusan hari

Zulika Citraning

20140212-020812.jpg

Terhitung tiga ratus enam puluh lima hari lewat setelah pertama kali bunga jambu berjatuhan di hari perkenalan kami. Lalu kita, tanpa aba-aba, tanpa,”Maukah kamu jadi pacarku?”, tanpa basa basi, memutuskan untuk saling mengisi.

Entah atas dasar apa semesta membiarkan kita mampu melewati hal-hal yang sama sekali tidak pernah kita lewati sebelumnya, mungkin kamu adalah pelajaran bagiku, sedangkan aku adalah titik balik segala ideologimu. Atau mungkin saja kita hanya segelintir cerita yang dibesar-besarkan saja.

Apa pun itu, terima kasih sudah bertahan. Walau kamu tahu sendiri bagaimana kamu dan aku pernah hampir membuat kesalahan besar di puluhan hari awal kita bersama.
Coba kamu tengok lagi ke belakang, dua orang anak manusia, sepasang laki-laki dan perempuan, dipertemukan secara sengaja —atau mungkin tidak, lalu keduanya dihadapkan dengan perubahan paling besar dalam hidup mereka.
Lalu kamu akan mengangguk-angguk wajar, mengingat bagaimana cerobohnya kita dan tidak sabarannya kita dalam menghadapi apa yang disajikan hidup dihadapan kita.

View original post 157 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s