Sebungkus Bianglala

Zulika Citraning

Dunia menawarkan banyak sekali warna. Sebut beberapa, bahkan lagu balonku ada lima serta pelangi-pelangi belum mampu menyebutkan semuanya. Kamu paham betul, ada anak kecil cerewet dan penuh pertanyaan di dalam diri seorang perempuan keras yang kini kamu kenal. Aku.

Aku kerap mengeluhkan tentang hidup yang abu-abu, langit yang tak selalu tersapu warna senja oranye keunguan demi sebait puisi untuk merayumu, atau bahkan kenapa tidak ada pantai sebagus di Pulau Dewata di Jakarta, sampai-sampai perkara bakar rokok malah filternya karena keasyikan tertawa.

Senyum serta tatapan teduh milikmu adalah satu-satunya cara untuk membungkamku karena kamu tidak punya gulali. Aku tidak keberatan karena caramu menenangkanku lebih dari manis. Sebab aku sadar…

Yang kamu lihat ketika aku sedang meracau dan mendebatmu lantang-lantang adalah gadis kecil ketakutan yang meringkuk di sela tinggi suaraku, merapatkan tubuhnya semakin dalam menghindari tajam belati mataku.
Kau tahu, aku menyukai hitam. Aku tidak perlu repot mencari warna lagi, karena hitam…

View original post 51 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s