Terima kasih.

Zulika Citraning

: Bhagavad

20140212-183011.jpg

Mungkin lebih tepatnya lagi, ini bukan ucapan terima kasih. Tapi sebuah surat terbuka selamat datang, pada hari-hari lain yang menghampar luas minta dijalani.

Selamat datang pelukan-pelukan lain di hari-hari nanti. Kesulitan, amarah, cemburu, prasangka, dan hal-hal manusiawi lainnya.

Ini belum apa-apa, ku ingatkan berkali-kali lagi. Kita bukan cerita selewat yang diburu-buru, kau dan aku punya sesuatu untuk di tuju. Kau harus ingat, kita bukan lagi dua pasang laki-laki dan perempuan yang bersama cuma untuk pemuas selangkangan saja, bukan cuma sebagai penghias hari-hari sepi. Bukan cuma teman minum bir, setelah itu saling sinis dan lupa diri. Apa yang kita lewati, yang kamu alami, yang aku lakoni bukan permainan semacam itu.

Tubuhmu semesta, dan di sudut setiap hadirmu lah aku berserah. Tak mau lagi menengadah, tak perlu lagi susah cari arah.
Sebab kamu adalah pulang dan temu bagi segala pencarian, pemberhentian terakhir bagi setiap singgah yang tidak kenal sudah.
Setiap…

View original post 30 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s