Merah Jambunya Aku

Setelah beribu hari penuh biru dan abu abu.
Ku dapatkan kembali merah jambu ku.

Untuk kamu yang tak perlu lagi aku sebut,

Januari, 2013

Buatku, senja hari itu jauh lebih indah.
Dengan bias rona jingga dan aroma selepas hujan.
Ragamu tertangkap mataku yang mencari fokus pandangannya.

Senja hari itu, berbeda.
Karena kuhabiskan di kota dengan sebutan “Kota Pelajar”.
Kota yang ku anggap tenang, dan sesaat bisa kusebut pulang.
Denganmu.

Pertemuan pertama kita sejak tahun tahun silam tanpa cerita.
Menghabiskan waktu di titik nol kilometer menjadi awal perjumpaan yang menyembunyikan banyak makna.

Senja berubah pekat,
dan seperti yang kau tahu malam disini tak pernah lengang.
Perlahan jemari kita pun mencari sela untuk saling mengaitkan,
seperti isyarat “kau akan selalu kujaga”
Sepanjang jalan, tak henti bibirku merekah senyuman.
Malu malu tanda bahagia.
Tak peduli beribu pasang mata memperhatikan, tawa kita yang ikut meramaikan hirup pikuk kota.

Tak ada niatku untuk mencari bahagia, apalagi mencoba memulai cinta.
Hanya bersembunyi dari sedikit kesibukan yang tak tahu arti jeda.
Namun, ku benarkan semua orang ;
“Di Yogyakarta, jatuh cinta itu mudah dan terasa jauh lebih indah”

Terimakasih untuk kisah yang takkan mungkin bisa aku lupa.
Karena kamu,
setelah beribu hari penuh biru dan abu abu.
Ku dapatkan kembali merah jambu ku.

One thought on “Merah Jambunya Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s