Ibuk Kota

Untuk kota dengan 1000 pantulan cahaya.

Dengan berjuta manusia di dalamnya yang himpit menghimpit berusaha menetap
Dipenuhi para rantau mengkumpulkan pundi pundi uang bahkan mencari pendidikan.
Kota ini menawarkan gemerlap di dunia malamnya pekat.
Meski terangnya pun sebenernya sesak.

Untuk ibu dari negara 1000 pulau,

Usiamu makin rimbun.
Begitupun keracauan didalammu.
Tanpa jeda. 24/7.
Kau boleh tanya penduduk dunia,
apa negara paling kacau ? Indonesia.
Dan kau, ibunya.

“Siapa suruh datang Jakarta ?”
Menghuni kotamu berarti bersiap memeras peluh untuk mengisi kantong yang ternyata tak bisa penuh.
Tak ada yang menyangka, gemerlapmu hanya ilusi belaka.
Dibalik beribu pendar cahaya, kau semacam perangkap sederhana.

Oh Ibukota,
Mungkin terlalu banyak kau menerima maki, atas kemacetan yang terjadi tiap hari.
Atau, terlalu ribut jerit para pengungsi karena banjir yang datang lagi tahun ini.
Namun, mereka pun tak mampu pergi.
Tak bisa pungkiri bahwa mereka juga cinta segala yang terjadi di kota ini.
Akan selalu berat hati untuk pergi, dari kota yang sibuknya tak tahu arti berhenti.
Meski kita semua tahu banyak sekali kekacauan yang telah ataupun akan terjadi,
kita percaya ibu mampu lebih baik lagi.

Untuk kamu, Ibukota.
Semoga seiring pertambahan usia, kekacauanmu bisa sedikit mereda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s