Tuan Merah Jambu

Ini untuk tuan merah jambu.
Aku memanggilmu begitu karena kau mengembalikan merah jambu ku.
Kamu tahu kan siapa kamu ? aku menulis cerita pertemuan kita di surat yang lalu

Tuan,
Apa kabarmu ? aku baik baik saja, meskipun kau tak bertanya, atau bahkan nantinya pertanyaanmu adalah basa basi semata, intinya aku baik baik saja.

Bagaimana disana ? menyenangkan ?
Kalo kau jawab iya, aku tak tahu harus sedih atau bahagia.
Sedih karena ternyata menyenangkanmu itu tanpa aku.
Bahagia karena akhirnya kamu bisa menikmati liburanmu.

Tidakkah kau rindu ?
Karena kau tahu, aku disini sangat tidak sabar untuk kembali bertemu.
Menghitung tiap menit berlalu penanda semakin dekat denganmu.
Tuan, terhitung hampir 365 hari sejak abu abu dan biruku kau hapus.
Sejak hari itu pula aku berdamai dengan masa lalu.
Ah, mungkin kau tak paham rasanya jadi aku, kamu perwujudan beribu doa yang jadi satu.

Tuan merah jambu,
Menjelang pertemuan kita yang sudah mampu terhitung dengan 2 jari, kuharap tuan bisa menjaga hati dan diri.
Semoga tuan juga tak sabar menunggu 2 hari lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s