“Baik Baik Saja”

Tetiba, nafasku sesak.

Jantungku berhenti sesaat.
Pandangku menggelap.
Terasa mataku perih, ada sesuatu yang hampir tumpah.
Aku tak boleh kalah, 
berulang kali kuulang “aku tak boleh kalah”
Pada apa yang kuanggap bisa bertahan selamanya.
Pada apa yang kuharap akan selalu baik baik saja.
Ada yang sakit lagi.
Bukan kepala, badan, atau kaki kali ini.
Entahlah, sakit yang harusnya tak pernah ada lagi.
Semestinya aku bersiap diri dari kapan hari.
Untuk ini. Hal yang sudah kuperkirakan akan terjadi.
Mungkin aku lupa. 
Semua hanya sementara. 
Baik itu suka maupun duka.
Baiklah, tak apa. Aku menyerah.
Aku mengaku kalah.
Karena nanti pasti akan baik baik saja.
Mungkin esok atau lusa, mungkin butuh satu dasawarsa.
Namun aku janji akan baik baik saja.
Karena bahagia mungkin saja tak melulu tentang dia.
Karena bahagia adalah sebuah hal yang harus kita percaya.
Terimakasih karena pernah ada.
Semoga selalu berbahagia.
Aku akan baik baik saja.
Berulang kali kuulang “aku akan baik baik saja
(lalu mataku basah, ternyata ada sesuatu yang berhasil tumpah)
Jakarta, 21 May 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s