Cintanya Luka

Aku berteman dengan luka.

Dengannya aku bisa merasa menjadi penulis paling luar biasa.

Dengannya pula hatiku tak hentinya berbicara.

Namun, ia terkadang menyeramkan. 

Suka mengekang.
Luka selalu bersamaku.

Tak peduli seberapa jauh aku sudah mencoba menjauh.

Terlebih ketika aku menikahi sepi, ia tidak melangkah pergi, bahkan tidak se senti.

Ia terlalu mencintaiku, cintanya abadi.
Sepiku cemburu. 

Ia kemudian berlalu.

Namun luka masih disitu. 

Sampai suatu ketika aku bertemu cinta.

Luka menghilang begitu saja. 

Ia tiba tiba pergi tanpa aba aba.

Tiba tiba.
Cinta ternyata mampu menjauhkan luka.

Aku sedikit tenang dan bahagia.

Sampai pada suatu waktu cinta lari entah kemana. 

Pergi sendiri tanpa siapa siapa.

Tapi hati ku dia bawa.

Yang tersisa hanya perasaan sia sia.
Dan kalian tahu. 

Saat itu luka datang lagi. 

Mencoba menghapus hujan dari mataku yang jatuh tanpa henti.

Menemaniku yang saat itu kehilangan hati.

Ternyata luka ku itu abadi.

Mungkin ini sebuah bukti, bahwa luka adalah jodohku, sampai mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s