Padam

 
Aku hidup di masa lalu.
Dengan semua suara, tawa dan suka yang dulu.

Aku tak paham kosakata kini.

Karena untukku semua mati.

Aku pernah sepadam ini.

Gelap sekali, dan tak ingin lagi.

Ah, ternyata lilin yang kujaga tak mampu bertahan selamanya.

Secepat itu habis dilahap cahayanya.

Aku padam lagi.

Gelap sekali.

Aku berlari tanpa tahu berhenti.

Tanpa tahu arti akhir.

Aku mau mati.

Biar padam jadi sekali.

Tak perlu beli lilin baru lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s