Konstelasi Rindu

Lagi lagi ini masih tentang kamu, tuan merah jambuku.
Wujud nyata dari beribu doa yang ku pinta sejak dulu.

Bentuk bahagia yang satu.
Hari ini aku bersama sepi.

Karena memori memaksaku untuk berdiam diri mengingat segala memoar tentang kamu.

Ketika tawa dan haru kita berintegrasi jadi satu saat cinta datang bertamu dan tatapan malu malu sering kali menciptakan sepi panjang yang canggung.
Lagi lagi aku bicara tentang kamu.

Karena ternyata panah cinta terlalu tertanam dalam saat itu. 

Dan mencabutnya pun terlalu penuh haru.

Sakit. Karena darah kasat mata mengalir tanpa mengerti arti habis.
Hari ini, 

Setelah kata melupakanmu sudah bisa terealisasi.

Memori itu datang lagi.

Memori membuatku mengecap rasa rindu.

Rindu yang sering membuat lidahku kelu.

Ah, ternyata hari ini rinduku masih saja berkonstelasi berwujud kamu.

Dan aku, hanya mampu tersenyum kaku.

4 thoughts on “Konstelasi Rindu

  1. Nurul Aini says:

    Haloo kak Sarah, aku selalu suka dengan tulisanmu! Pertama kali nemu blog kak sarah pas even #30harimenulissuratcinta tahun lalu, dan sampe sekarang masih sering mampir ke sini walaupun gak pernah ninggalin jejak di komen hihihi. Keep writing, kak Sarah! Btw, saya juga pejuang LDR hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s