Kodaline

“Kalau nanti kamu merasa jenuh dengan kita, ingat saja kalau kita pernah menyaksikan Kodaline bersama”

Aku tertawa saat itu, karena buatku akan selalu ada 1000 alasan untuk berhenti merasa jenuh dengan apa yang dia sebut “kita”

Terkadang, aku hanya perlu diingatkan bahwa dia akan selalu ada dengan rasa yang tetap sama seperti 3 tahun lalu saat pertama ia menyatakan rasa.

Ku tanya mengapa Kodaline dijadikannya alasan, ternyata baginya itu salah satu hal yang luar biasa.

Beberapa hari lalu, aku mengatakan hal yang sama ;

“Kalau nanti kamu merasa jenuh dengan kita, ingat saja kalau kita pernah menyaksikan Kodaline bersama”

Namun, ia tidak tertawa pun tidak mengatakan sepatah kata.

Mungkin buatnya tak lagi ada alasan untuk menghapus jenuh yang ada.

Selalu mudah untukku menerimanya, namun kurasa terlalu sulit baginya.

aku tak tahu harus apa, semoga nanti ia kembali mengingat semua soal kita.

 

PS : Karena “all i want is nothing more, to hear you knocking at my door – and if you love me, why’d you leave me?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s