Curhat #2

Hei (kamu yang sekarang sudah jadi) Orang Asing, 
Biarkan aku menceritakan lagi perasaan yang tak pernah habis.

Bahwa aku rindu. Merindu kamu yang tak pernah terbersit apapun tentang aku.

Bahwa aku selalu biru. Karena tak ada lagi merah jambuku.

Bahwa senyumku kaku. Karena terlalu lama melengkung sendu.
Hei (kamu yang sekarang sudah jadi) Orang Asing, 

Kabar bahagiamu sudah sampai dengan jelas di kedua telingaku.

Meruntuhkan pertahanan hati dan diriku.

Dijatuhi kata-kata ternyata bisa sehancur itu.

Melihat dia dan tingkahmu, aku cuma bisa membeku. 

Hatiku sudah tak akan pernah lagi bisa satu.

Karena aku tahu, bahagiamu bukan lagi aku.
Hei (kamu yang sekarang sudah jadi) Orang Asing, 

Bagaimana wanita barumu?

Senyummu lebih lebar dari yang dulu-dulu.

Pintar sekali ia merebut bahagiaku.

Mungkin bahagianya terbentuk dari tangisku.

Sampaikan pada wanita barumu, 

Jaga senyum dan hatimu (yang dulu milikku) dengan baik.

Sampaikan pada wanita barumu,

Untuk mampu menemanimu di saat susahmu, di saat kau mungkin butuh bahu.

Atau di saat kau butuh sedikit lauk pauk.
Hei (kamu yang sekarang sudah jadi) Orang Asing,

Terima kasih karena kamu sama saja seperti yang dulu, 

melepaskanku untuk wanita baru.

Terima kasih untuk hari-hariku yang berubah lagi jadi biru.

Terima kasih untuk wanita itu.

Semoga orang tuamu mampu menerima dia lebih baik dari menerimaku.

Semoga kamu dan ia tahu, bahwa tak akan ada yang mencintaimu lebih baik selain aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s