Gadis yang Bersedih

Tatapannya kosong,air dari matanya tak dapat terbendung.

Wajahnya lelah, nafasnya terengah.

Ia menyerah, karena hatinya lagi lagi patah.
Gemetar tangannya, sesekali menyeka air mata.

Ia sungguh menyerah. Gadis itu memohon ia binasa.

Sekuat tenaga aku berusaha merengkuhnya.

Mengatakan bahwa semua pasti baik-baik saja.

Tapi, percuma.

Yang ia butuhkan hanya sosok pria yang melepaskannya.
Ia memaksakan tawanya,

yang kulihat hanya rapuh dirinya.

Aku ingin mengajaknya lari dari semua.

Menyadarkannya bahwa dunia lebih dari sekedar prianya.

Tapi, pasti sia-sia.

Iya terkunci di tempatnya.
Setiap aku melihatnya,

Ia selalu sedang menyeka air mata.

Tangisnya tak henti.

Aku rasa ia hanya ingin mati.
Sungguh, aku ingin membantu.

Tapi, aku tak mampu. 

Habis upayaku membujuk rayu.

Aku hanya bisa menatap pilu,

pada pantulan gadis dalam cermin itu.
Jakarta, 18 September 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s